CHORD STINGS - KUSAPU AIR MATA PERPISAHAN

Kunci Gitar Stings
Kusapu Air Mata

Intro : Am F G Am..Am G F

         Am           Dm
Siapa sangka kan jadi begini
       F     G         E
Siapa duga kita kan berpisah
         Am              Dm
Ku tak percaya biarpun kenyataan
         F       E
Yang pastinya kukan kehilanganmu

        Am           Dm
Kita sebumbung tapi tak bersama
           F        G     E
Kita serumpun tapi tak sekata
         Am              Dm
Rindu setahun hilang sekelip mata
          F     G      Am     G
Lautan kasih di sapa kemarau

      Am
Ku ku ku ku derita
         F
Kau kau kau kau berpura
     G          Am         G    E
Diriku menangis engkau ketawa hoo,....

        Am
Kau Kau Kau aku sayang
       F
Ku ku ku kau singkirkan
      G    E      Am  G  E
Siksa aku selamanya haaa,...

      Am
Ku ku ku tak menduga
         F
Kau kau kau dah berubah
      G                   Am
Dalam diam kau menolak cintaku huuu,...

Dm               Am
Aku sedar siapalah diri ini
  Dm        E     F       E
Bagaikan pipit disisimu

Am            F
Dan kau merak kayangan
G      E    Am    E
Ku tak disenangi
Am         F    G    E    Am
Kusapu air mata tanda perpisahan

      Am
Ku ku ku ku derita
         F
Kau kau kau kau berpura
     G          Am         G    E
Diriku menangis engkau ketawa hoo,....

        Am
Kau Kau Kau aku sayang
       F
Ku ku ku kau singkirkan
      G    E      Am  G  E
Siksa aku selamanya haaa,...

      Am
Ku ku ku tak menduga
         F
Kau kau kau dah berubah
      G                   Am
Dalam diam kau menolak cintaku huuu,...

Dm               Am
Aku sedar siapalah diri ini
  Dm        E     F       E
Bagaikan pipit disisimu

Am            F
Dan kau merak kayangan
G      E    Am    E
Ku tak disenangi
Am         F    G    E    Am
Kusapu air mata tanda perpisahan

BLOG TENTANG CHORD KUNCI GITAR DAN LIRIK LAGU MALAYSIA

Download Permendikbud Nomor 8 Tahun 2020 tentang Juknis BOS

Download Permendikbud Nomor 8 Tahun 2020 tentang Juknis BOS

Permendikbud Nomor 8 Tahun 2020 tentang Petunjuk Teknis Dana BOS diterbitkan untuk melaksanakan ketentuan Pasal 59 ayat (1) Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2005 tentang Dana Perimbangan.

Pengalokasikan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan akses dan mutu pendidikan sebagai salah satu prioritas pembangunan nasional.

Bantuan Operasional Sekolah Reguler yang selanjutnya disingkat BOS Reguler adalah program Pemerintah Pusat untuk penyediaan pendanaan biaya operasional bagi Sekolah yang bersumber dari dana alokasi khusus nonfisik.

Dasar Hukum

Landasan Hukum penggunaan Dana BOS Reguler adalah sebagai berikut.

  1. Pasal 17 Ayat (3) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
  2. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 78, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4301).
  3. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2019 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2020 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2019 Nomor 198, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6410).
  4. Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2005 tentang Dana Perimbangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 137, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4575).
  5. Peraturan Pemerintah Nomor 48 Tahun 2008 tentang Pendanaan Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 91, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4864).
  6. Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2019 tentang Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2019 Nomor 242).
  7. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 45 Tahun 2019 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2019 Nomor 1673).

Tujuan dan Prinsip Penggunaan Dana BOS

Dana BOS Reguler bertujuan untuk:

  1. membantu biaya operasional Sekolah; dan
  2. meningkatkan aksesibilitas dan mutu pembelajaran bagi peserta didik.

Penggunaan dana BOS Reguler dilakukan berdasarkan prinsip-prinsip sebagai berikut.

1. Fleksibilitas

Penggunaan dana BOS Reguler harus dikelola sesuai dengan kebutuhan Sekolah.

2. Efektivitas

Penggunaan dana BOS Reguler diupayakan dapat memberikan hasil, pengaruh, dan daya guna untuk mencapai tujuan pendidikan di Sekolah.

3. Efisiensi

Penggunaan dana BOS Reguler diupayakan untuk meningkatan kualitas belajar siswa dengan biaya
seminimal mungkin dengan hasil yang optimal.

4. Akuntabilitas

Penggunaan dana BOS Reguler dapat dipertanggungjawabkan secara keseluruhan berdasarkan
pertimbangan yang logis sesuai peraturan perundang-undangan.

e. Transparansi

Penggunaan dana BOS Reguler dikelola secara terbuka dan mengakomodir aspirasi pemangku kepentingan sesuai dengan kebutuhan sekolah.

Besaran Alokasi Dana BOS

Besaran alokasi dana BOS Reguler yang diberikan kepada sekolah penerima dihitung berdasarkan besaran satuan biaya dikalikan dengan jumlah Peserta Didik.

Satuan biaya alokasi dana BOS sebagai berikut.

  1. Rp. 900.000,00 (sembilan ratus ribu rupiah) per 1 (satu) orang Peserta Didik SD setiap 1 (satu) tahun.
  2. Rp. 1.100.000,00 (satu juta seratus ribu rupiah) per 1 (satu) orang Peserta Didik SMP setiap 1 (satu) tahun.
  3. Rp. 1.500.000,00 (satu juta lima ratus ribu rupiah) per 1 (satu) orang Peserta Didik SMA setiap 1 (satu) tahun.
  4. Rp. 1.600.000,00 (satu juta enam ratus ribu rupiah) per 1 (satu) orang Peserta Didik SMK setiap 1 (satu) tahun.
  5. Rp. 2.000.000,00 (dua juta rupiah) per 1 (satu) orang Peserta Didik SDLB, SMPLB, SMALB, dan SLB setiap 1 (satu) tahun.

Jumlah Peserta Didik sebagaimana dimaksud berdasarkan data jumlah Peserta Didik yang memiliki NISN pada Dapodik.

Penghitungan alokasi dana BOS Reguler untuk Sekolah Terintegrasi, SDLB, SMPLB, SMALB, dan SLB yang memiliki jumlah Peserta Didik kurang dari 60 (enam puluh), Peserta Didik tetap dihitung sebesar 60 (enam puluh) Peserta Didik dikalikan satuan biaya.

Penghitungan alokasi dana BOS Reguler untuk SMP terbuka dan SMA terbuka didasarkan pada jumlah Peserta Didik yang memiliki NISN dan perhitungannya disatukan dengan Sekolah induk.

Persyaratan Penerima Dana BOS

Penyaluran dana BOS Reguler dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang mengatur mengenai penyaluran dana alokasi khusus nonfisik.

Sekolah dapat langsung menggunakan dana BOS Reguler untuk membiayai penyelenggaraan operasional Sekolah setelah dana BOS Reguler masuk ke rekening Sekolah.

Dana BOS Reguler diberikan kepada sekolah yang  memenuhi persyaratan sebagai berikut.

  1. Mengisi dan melakukan pemutakhiran Dapodik sesuai dengan kondisi riil di Sekolah sampai dengan batas waktu yang ditetapkan setiap tahun.
  2. Memiliki nomor pokok sekolah nasional yang terdata pada Dapodik.
  3. Memiliki izin operasional yang berlaku bagi Sekolah yang diselenggarakan oleh masyarakat yang terdata pada Dapodik.
  4. Memiliki jumlah Peserta Didik paling sedikit 60 (enam puluh) Peserta Didik selama 3 (tiga) tahun terakhir.
  5. Bukan satuan pendidikan kerja sama.

Persyaratan jumlah Peserta Didik paling sedikit 60 (enam puluh) Peserta Didik selama 3 (tiga) tahun terakhir dikecualikan bagi:

  1. Sekolah Terintegrasi, SDLB, SMPLB, SMALB, dan SLB;
  2. Sekolah yang berada pada wilayah tertinggal, terdepan, terluar atau daerah khusus sesuai
    ketentuan peraturan perundang-undangan; dan
  3. Sekolah yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah yang berada pada wilayah dengan kondisi kepadatan penduduk yang rendah dan secara geografis tidak dapat digabungkan dengan Sekolah lain.

Sekolah penerima dana BOS harus diusulkan oleh kepala dinas yang menangani urusan pendidikan di daerah dan disetujui oleh Kementerian.

Penetapan Sekolah penerima dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Reguler berdasarkan data pada Dapodik per tanggal 31 Agustus.

Data pada Dapodik per tanggal 31 Agustus merupakan batas akhir pengambilan data oleh Kementerian yang digunakan untuk penetapan penyaluran dana BOS Reguler pada:

  1. penyaluran dana BOS Reguler tahap III tahun berjalan; dan
  2. penyaluran dana BOS Reguler tahap I dan tahap II tahun berikutnya.

Komponen Penggunaan Dana BOS

Dana BOS Reguler yang diterima oleh Sekolah digunakan untuk membiayai operasional penyelenggaraan pendidikan di Sekolah.

Operasional penyelenggaran pendidikan di Sekolah dilaksanakan untuk membiayai :

  1. penerimaan Peserta Didik baru;
  2. pengembangan perpustakaan;
  3. kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler;
  4. kegiatan asesmen/evaluasi pembelajaran;
  5. administrasi kegiatan sekolah;
  6. pengembangan profesi guru dan tenaga kependidikan;
  7. langganan daya dan jasa;
  8. pemeliharaan sarana dan prasarana Sekolah;
  9. penyediaan alat multi media pembelajaran;
  10. penyelenggaraan bursa kerja khusus, praktik kerja industri atau praktik kerja lapangan di dalam negeri, pemantauan kebekerjaan, pemagangan guru, dan lembaga sertifikasi profesi pihak pertama;
  11. penyelenggaraan kegiatan uji kompetensi keahlian, sertifikasi kompetensi keahlian dan uji kompetensi kemampuan bahasa Inggris berstandar internasional dan bahasa asing lainnya bagi kelas akhir SMK atau SMALB; dan/atau
  12. pembayaran honor (pembayaran honor hanya dapat digunakan paling banyak 50% dari keseluruhan jumlah alokasi dana BOS Reguler yang diterima oleh Sekolah).

Larangan Penggunaan Dana BOS

Di dalam menggunakan dana BOS, Sekolah menentukan komponen penggunaan dana sesuai kebutuhan.

Pembelanjaan dana BOS Reguler dilaksanakan melalui mekanisme pengadaan barang dan/atau jasa di Sekolah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Tim BOS Sekolah tidak boleh menggunakan dana BOS Reguler untuk :

  1. disimpan dengan maksud dibungakan;
  2. dipinjamkan kepada pihak lain;
  3. membeli perangkat lunak untuk pelaporan keuangan dana BOS Reguler atau perangkat lunak lainnya yang sejenis;
  4. sewa aplikasi pendataan atau aplikasi penerimaan peserta didik baru dalam jaringan;
  5. membiayai kegiatan yang tidak menjadi prioritas Sekolah;
  6. membiayai kegiatan dengan mekanisme iuran;
  7. membeli pakaian, seragam, atau sepatu bagi guru atau Peserta Didik untuk kepentingan pribadi (bukan inventaris Sekolah);
  8. digunakan untuk pemeliharaan prasarana Sekolah dengan kategori kerusakan sedang dan berat;
  9. membangun gedung atau ruangan baru;
  10. membeli saham;
  11. membiayai kegiatan dalam rangka mengikuti pelatihan, sosialisasi, pendampingan terkait program BOS Reguler atau perpajakan program BOS Reguler yang diselenggarakan lembaga di luar dinas pendidikan provinsi, kabupaten/kota, dan/atau Kementerian;
  12. membiayai kegiatan yang telah dibiayai secara penuh dari sumber dana Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, atau sumber lainnya;
  13. melakukan penyelewengan penggunaan dana BOS Reguler untuk kepentingan pribadi atau kelompok tertentu; dan/atau
  14. bertindak menjadi distributor atau pengecer pembelian buku kepada Peserta Didik di Sekolah
    yang bersangkutan.

Tim BOS provinsi dan tim BOS kabupaten/kota tidak boleh untuk :

  1. melakukan pungutan dalam bentuk apapun kepada Sekolah;
  2. melakukan pemaksaan pembelian barang dan/atau jasa dalam pemanfaatan dana BOS Reguler;
  3. mendorong Sekolah untuk melakukan pelanggaran terhadap ketentuan penggunaan dana BOS Reguler; dan/atau
  4. bertindak menjadi distributor atau pengecer dalam proses pembelian, pengadaan buku, atau barang melalui dana BOS Reguler.

Tim BOS Sekolah, tim BOS provinsi, dan tim BOS kabupaten/kota yang melanggar ketentuan dikenai sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Permendikbud Nomor 8 Tahun 2020 tentang Juknis Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Reguler secara lengkap dapat di unduh di sini.

Demikian Permendikbud Nomor 8 Tahun 2020 tentang Petunjuk Teknis BOS Reguler. Semoga bermanfaat.

Anggaran Dasar Gerakan Pramuka

ANGGARAN DASAR

GERAKAN PRAMUKA

 

PEMBUKAAN

 

Bahwa persatuan dan kesatuan bangsa dalam negara kesatuan yang adil dan makmur, materiil dan spiritual serta beradab merupakan adicita bangsa Indonesia yang mulai bangkit dan siaga sejak berdirinya Boedi Oetomo pada tanggal 20 Mei 1908.  Adicita itu pulalah yang merupakan dorongan para Pemuda Indonesia melakukan Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928.

Untuk lebih menggalang persatuan merebut kemerdekaan, dan dengan jiwa dan semangat Sumpah Pemuda inilah rakyat Indonesia berjuang untuk kemerdekaan nusa dan bangsa Indonesia yang diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945.  Kemerdekaan ini merupakan karunia dan berkah Rahmat Tuhan Yang Maha Esa.

Bahwa gerakan kepanduan nasional yang lahir dan mengakar di bumi nusantara merupakan bagian terpadu dari gerakan perjuangan kemerdekaan Indonesia yang membentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia.  Oleh karenanya, gerakan kepanduan nasional Indonesia mempunyai andil yang tidak ternilai dalam sejarah perjuangan kemerdekaan itu. Jiwa kesatria yang patriotik telah mengantarkan para pandu ke medan juang bahu-membahu dengan para pemuda untuk mewujudkan adicita rakyat Indonesia dalam menegakkan dan mandegani Negara Kesatuan Republik Indonesia selama-lamanya.

Bahwa kaum muda sebagai potensi bangsa dalam menjaga kelangsungan bangsa dan negara mempunyai kewajiban melanjutkan perjuangan bersama-sama orang dewasa berdasarkan kemitraan yang bertanggung jawab.

Bahwa Gerakan Pramuka, sebagai kelanjutan dan pembaruan gerakan kepanduan nasional, dibentuk berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 238 Tahun 1961 bertanggungjawab atas Kelestarian Negara Kesatuan Republik Indonesia yang di topang oleh empat pilar wawasan kebangsaan, yaitu :

-     Ideologi Pancasila

-    Undang-Undang Dasar 1945

-    Bhinneka Tunggal Ika

-    Negara Kesatuan Republik Indonesia

 

Dengan asas Pancasila Gerakan Pramuka menyelenggarakan pendidikan bagi kaum muda sebagai kaderisasi kepemimpinan masa depan masyarakat, bangsa dan negara.

Bahwa dalam upaya meningkatkan dan melestarikan hal-hal tersebut, telah dilahirkan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka yang menegaskan bahwa Gerakan Pramuka adalah organisasi yang menyelenggarakan pendidikan nonformal, melalui Pendidikan Kepramukaan sebagai bagian pendidikan nasional dilandasi Sistem Among dengan Prinsip Dasar dan Metode Kepramukaan.

Atas dasar pertimbangan dan makna yang terkandung dalam uraian di atas, maka disusunlah Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka.

BAB  I

NAMA, STATUS, TEMPAT, WAKTU, DAN HARI PRAMUKA

 

Pasal 1

 

(1)    Organisasi ini bernama Gerakan Pramuka.

(2)    Gerakan Pramuka adalah organisasi pendidikan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka dan berstatus badan hukum.

(3)    Gerakan Pramuka berkedudukan di Ibukota Negara Republik Indonesia.

(4)    Gerakan Pramuka ditetapkan dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 238 Tahun 1961 tanggal 20 Mei 1961 sebagai kelanjutan dan pembaruan Gerakan Pendidikan Kepanduan Nasional Indonesia, dan didirikan untuk waktu yang tidak ditentukan.

(5)    Hari Pramuka tanggal 14 Agustus.

 

BAB  II

ASAS, TUJUAN, TUGAS POKOK, DAN FUNGSI

 

Pasal 2

Gerakan Pramuka berasaskan Pancasila.

 

Pasal 3

Gerakan Pramuka bertujuan untuk membentuk setiap pramuka:

a.    memiliki kepribadian yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, berjiwa patriotik, taat hukum, disiplin, menjunjung tinggi nilai-nilai luhur bangsa, berkecakapan hidup, sehat jasmani dan rohani;

b.    menjadi warga negara yang berjiwa Pancasila, setia dan patuh kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia serta menjadi anggota masyarakat yang baik dan berguna, yang dapat membangun dirinya sendiri secara mandiri serta bersama-sama bertanggungjawab atas pembangunan bangsa dan negara, memiliki kepedulian terhadap sesama hidup dan alam lingkungan.

 

Pasal 4

Gerakan Pramuka mempunyai tugas pokok menyelenggarakan pendidikan kepramukaan bagi kaum muda guna menumbuhkan tunas bangsa agar menjadi generasi yang lebih baik, bertanggungjawab, mampu membina dan mengisi kemerdekaan serta membangun dunia yang lebih baik.

Pasal  5

Gerakan Pramuka berfungsi sebagai penyelenggara pendidikan nonformal di luar sekolah dan di luar keluarga dan sebagai wadah pembinaan dan pengembangan kaum muda dengan menerapkan Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan serta berlandaskan Sistem Among.

 

 

BAB  III

SIFAT

Pasal  6

(1)    Gerakan Pramuka adalah organisasi pendidikan yang keanggotaannya bersifat sukarela, mandiri, tidak membedakan suku, ras, golongan, dan agama.

(2)    Gerakan Pramuka bukan organisasi sosial-politik, bukan bagian dari salah-satu organisasi  sosial-politik dan tidak menjalankan kegiatan politik praktis.

(3)    Gerakan Pramuka menjamin kemerdekaan tiap-tiap anggotanya untuk memeluk agama dan kepercayaan masing-masing serta beribadat menurut agama dan kepercayaannya itu.

 

BAB  IV

PENDIDIKAN KEPRAMUKAAN

Bagian Kesatu

Nilai, Prinsip Dasar Kepramukaan, Metode Kepramukaan, dan

Kode Kehormatan Pramuka

 

Pasal  7

Nilai Kepramukaan mencakup  :

a.    Keimanan dan Ketakwaan Kepada  Tuhan Yang Maha Esa

b.    Kecintaan  pada alam dan sesama manusia

c.    Kecintaan  pada tanah air dan  manusia

d.    Kedisiplinan, keberanian, dan kesetiaan

e.    Tolong menolong

f.    Bertanggung jawab dan dapat dipercaya

g.    Jernih dalam  berpikir, berkata dan  berbuat

h.    Hemat, cermat dan  bersahaja

i.    Rajin  dan trampil

Pasal 8

Prinsip Dasar Kepramukaan meliputi  :

a.    iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa

b.    peduli terhadap bangsa dan tanah air, sesama hidup dan alam seisinya;

c.    peduli terhadap diri pribadinya; dan

d.    taat kepada Kode Kehormatan Pramuka.

 

Pasal 9

Sistem Among

1.    Dalam melaksanakan pendidikan kepramukaan digunakan sistem among

2.    Sistem among merupakan proses pendidikan kepramukaan yang membentuk peserta didik agar berjiwa merdeka, disiplin, dan mandiri dalam hubungan timbal balik antarmanusia.

3.    Sistem among sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) dilaksanakan dengan menerapkan prinsip kepemimpinan:

a.    di depan menjadi teladan;

b.    di tengah membangun kemauan; dan

c.    di belakang mendorong dan memberikan  motivasi kemandirian

 

Pasal 10

Kiasan Dasar

 

Penyelenggaraan Kepramukaan dikemas dengan menggunakan Kiasan Dasar yang bersumber dari  sejarah perjuangan dan budaya bangsa

 

Pasal  11

(1).Metode Kepramukaan adalah metode belajar interaktif dan progresif yang dilaksanakan melalui:

a.    pengamalan Kode Kehormatan Pramuka;

b.    belajar sambil melakukan;

c.    kegiatan berkelompok, bekerjasama,  dan berkompetisi;

d.    kegiatan yang menarik dan menantang;

e.    kegiatan di alam terbuka;

f.    kehadiran orang dewasa yang memberikan bimbingan, dorongan, dan dukungan;

g.    penghargaan berupa tanda kecakapan;

h.    satuan terpisah antara putra dan putri;

(2) Dalam menjalankan metode kepramukaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) digunakan sistem among  dan kiasan dasar

 

Pasal 12

(1)    Kode Kehormatan Pramuka merupakan janji dan komitmen diri serta ketentuan moral pramuka dalam pendidikan kepramukaan  

(2)    Kode Kehormatan Pramuka merupakan kode etik anggota Gerakan Pramuka baik dalam kehidupan pribadi maupun bermasyarakat.

(3)    Kode kehormatan pramuka sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dilaksanakan baik dalam kehidupan pribadi maupun bermasyarakat secara sukarela dan ditaati demi kehormatan diri.

(4)    Satya pramuka sebagaimana dimaksud pada ayat (2) berbunyi:

“Demi kehormatanku, aku berjanji akan bersungguh-sungguh menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia, mengamalkan Pancasila, menolong sesama hidup,ikut serta membangun masyarakat, serta menepati Darma Pramuka.”

(5)    Kode kehormatan Pramuka bagi anggota Gerakan Pramuka disesuaikan dengan golongan usia dan perkembangan jiwa dan jasmaninya yaitu:

a.    Kode kehormatan Pramuka siaga terdiri atas Dwisatya dan Dwidarma Pramuka;

b.    Kode kehormatan Pramuka Penggalang terdiri atas Trisatya Pramuka Penggalang dan Dasadarma; dan

c.    Kode Kehormatan Pramuka Penegak, Pramuka Pandega dan anggota dewasa terdiri atas Trisatya Pramuka Penegak, Pramuka Pandega dan anggota dewasa dan Dasadarma.

 

 

Bagian Kedua

Jalur dan Jenjang

Pasal 13

Pendidikan kepramukaan dalam sistem pendidikan nasional termasuk dalam jalur pendidikan nonformal yang diperkaya dengan pendidikan nilai-nilai Gerakan Pramuka dalam pembentukan kepribadian yang berakhlak mulia, berjiwa patriotik, taat hukum, disiplin, menjunjung tinggi nilai-nilai luhur bangsa, dan memiliki kecakapan hidup.

 

Pasal 14

Jenjang pendidikan kepramukaan terdiri atas jenjang pendidikan:

a.    siaga;

b.    penggalang;

c.    penegak; dan

d.    pandega.

 

Bagian Ketiga

Peserta Didik, Tenaga Pendidik, dan Kurikulum

 

Pasal 15

(1)    Peserta didik adalah warga negara Indonesia yang berusia 7 sampai dengan 25 tahun yang mengikuti pendidikan kepramukaan.

(2)    Peserta didik terdiri dari:

a.    Pramuka Siaga;

b.    Pramuka Penggalang;

c.    Pramuka Penegak; dan

d.    Pramuka Pandega.

 

Pasal  16

(1)    Tenaga pendidik dalam pendidikan kepramukaan terdiri dari:

a.    Pembina Pramuka;

b.    Pelatih Pembina Pramuka;

c.    Pamong Satuan Karya Pramuka; dan

d.    Instruktur.

(2)    Tenaga pendidik harus memenuhi persyaratan standar tenaga pendidik dalam Gerakan Pramuka.

 

Pasal  17

(1)Pendidikan  kepramukaan  di laksanakan  dengan berdasarkan pada nilai  dan kecakapan dalam upaya membentuk kepribadian peserta didik

(2)Kurikulum pendidikan kepramukaan  disusun sesuai dengan jenjang pendidikan kepramukaan dan harus memenuhi persyaratan standar.

 

Bagian Keempat

Satuan Pendidikan Kepramukaan

 

Pasal  18

(1)    Satuan pendidikan kepramukaan terdiri atas:

a.    Gugus depan

b.    Pusat pendidikan dan pelatihan

(2)    Pendidikan kepramukaan yang mencakup keterampilan khusus untuk pramuka penegak dan pramuka pandega dilaksanakan oleh satuan karya pramuka

 

Pasal 19

(1)    Gugus depan merupakan satuan pendidikan dan satuan organisasi  terdepan.

(2)    Gugus depan meliputi gugus depan berbasis satuan pendidikan dan gugus depan berbasis komunitas.

(3)    Gugus depan berbasis satuan pendidikan meliputi gugus depan yang berpangkalan di pendidikan formal.

(4)    Gugus depan berbasis komunitas meliputi gugus depan komunitas kewilayahan, agama, profesi, organisasi kemasyarakatan dan komunitas lain.

 

Pasal 20

(1)    Satuan Karya Pramuka, disingkat Saka, merupakan satuan pendidikan  keterampilan khusus bagi  pramuka penegak dan pramuka pandega.

(2)    Saka berfungsi untuk  menyalurkan minat, mengembangkan bakat, dan pengalaman para pramuka penegak dan pramuka pandega dalam  berbagai bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.

Pasal 21

(1)    Pusat pendidikan dan pelatihan kepramukaan , merupakan bagian integral dari kwartir yang mempunyai tugas pokok dan fungsi menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan anggota Gerakan Pramuka, melakukan evaluasi kurikulum pendidikan kepramukaan, dan sertifikasi kompetensi tenaga pendidik.

(2)    Pusat pendidikan dan pelatihan kepramukaa berada di tingkat cabang, daerah, dan nasional.

 

Bagian Kelima

Evaluasi, Akreditasi, dan Sertifikasi

Pasal  22

(1)    Evaluasi dilakukan dalam rangka pengendalian mutu pendidikan kepramukaan sebagai bentuk akuntabilitas penyelenggaraan pendidikan kepramukaan kepada pihak yang berkepentingan.

(2)    Evaluasi dilakukan terhadap peserta didik, tenaga pendidik, dan kurikulum, di setiap jenjang dan satuan pendidikan kepramukaan.

(3)    Evaluasi terhadap peserta didik dilakukan oleh pembina.

(4)    Evaluasi terhadap tenaga pendidik dilakukan oleh Pusat Pendidikan dan Pelatihan Nasional.

(5)    Evaluasi terhadap kurikulum pendidikan kepramukaan dilakukan oleh Pusat Pendidikan dan Pelatihan Nasional.

 

Pasal 23

(1)    Akreditasi dilakukan untuk menentukan kelayakan kegiatan dan  satuan pendidikan kepramukaan pada setiap jenjang pendidikan kepramukaan.

(2)    Akreditasi dilakukan atas dasar kriteria yang bersifat terbuka dan dilakukan oleh lembaga akreditasi sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

 

Pasal 24

(1)    Sertifikasi dilakukan terhadap peserta didik dan tenaga pendidik sebagai pengakuan kompetensi yang dimilikinya.

(2)    Sertifikasi bagi peserta didik berbentuk tanda kecakapan dan bagi tenaga pendidik berbentuk sertifikat kompetensi.

(3)    Tanda kecakapan diberikan sebagai pengakuan terhadap kompetensi peserta didik melalui penilaian terhadap perilaku dalam pengamalan nilai serta uji kecakapan umum dan uji kecakapan khusus sesuai dengan jenjang pendidikan kepramukaan oleh pembina.

(4)    Sertifikat kompetensi diberikan sebagai pengakuan terhadap kompetensi tenaga pendidik melalui penilaian yang dilaksanakan oleh Pusat Pendidikan dan Pelatihan Gerakan Pramuka Tingkat Nasional.

 

 

BAB  V

ORGANISASI

 

Bagian Kesatu

Keanggotaan

 

Pasal 25

(1)    Anggota Gerakan Pramuka adalah warga negara Republik Indonesia yang terdiri atas:

a.    anggota biasa:

1.    anggota muda adalah anggota yang berusia 7 sampai dengan 25 tahun disebut peserta didik;

2.    anggota dewasa adalah anggota yang berusia di atas 25 tahun yang terdiri atas tenaga pendidik, dan  majelis pembimbing, andalan, pimpinan satuan karya pramuka, pimpinan satuan komunitas pramuka, staf kwartir, dan anggota gugus darma pramuka.

b.    anggota kehormatan adalah anggota yang diangkat karena telah berjasa kepada Gerakan Pramuka.

(2)    Warga negara asing dapat bergabung dalam suatu gugus depan sebagai anggota tamu.

 

Pasal 26

Kepala Negara Republik Indonesia adalah Pramuka Utama.

 

 

Bagian Kedua

Kelembagaan

 

Pasal 27

Kelembagaan dalam Gerakan Pramuka terdiri atas:

a.    satuan organisasi;

b.    majelis pembimbing;

c.    organisasi pendukung; dan

d.    lembaga pemeriksa keuangan.

 

Pasal 28

Satuan organisasi gerakan pramuka terdiri atas:

a.    gugus depan; dan

b.    kwartir.

 

Pasal 29

(1)    Gugus depan adalah satuan pendidikan dan satuan organisasi terdepan penyelenggara pendidikan kepramukaan dan wadah berhimpun peserta didik.

(2)    Gugus depan lengkap terdiri atas:

a.    perindukan siaga;

b.    pasukan penggalang;

c.    ambalan penegak; dan

d.    racana pandega.

 

Pasal 30

(1)    Kwartir adalah satuan organisasi pengelola Gerakan Pramuka yang dipimpin secara kolektif pada setiap tingkatan wilayah.

(2)    Kwartir terdiri atas:

a.    kwartir ranting, yang mengoordinasikan gugus depan di satu wilayah kecamatan /distrik;

b.    kwartir cabang, yang mengoordinasikan kwartir ranting di satu wilayah kabupaten/kota;

c.    kwartir daerah, yang mengoordinasikan kwartir cabang di satu wilayah provinsi; dan

d.    Kwartir Nasional, yang mengoordinasikan kwartir daerah di wilayah Republik Indonesia dan gugus depan di perwakilan Republik Indonesia di luar negeri.

 

Pasal 31

(1)    Kepengurusan kwartir ranting dipilih oleh pengurus gugus depan di wilayahnya secara demokratis melalui musyawarah kwartir.

(2)    Kepengurusan kwartir cabang, daerah, dan nasional dipilih oleh pengurus kwartir di wilayahnya secara demokratis melalui musyawarah kwartir.

(3)    Kepengurusan kwartir tidak terikat dengan jabatan publik secara ex-officio.

 

Pasal 32

 

(1)    Di setiap kwatir dibentuk badan kelengkapan kwartir

(2)    Badan kelengkapan yang dimaksud pada ayat 1, terdiri atas :

a.    Dewan Kehormatan

b.    Satuan Pengawas Internal

c.    Dewan Kerja

Pasal 33

(1)    Dewan kehormatan Gerakan Pramuka merupakan badan yang dibentuk oleh kwartir dan gudep serta bertanggung jawab kepada ketua kwartir atau ketua gudep.

(2)    Dewan kehormatan Gerakan Pramuka berfungsi memberi pertimbangan kepada ketua kwartir atau ketua gudep dalam pemberian anugerah, penghargaan, sanksi, dan rehabilitasi.

 

 

Pasal 34

(1)    Satuan pengawas internal (SPI) merupakan badan yang dibentuk oleh kwartir dan bertanggungjawab kepada ketua kwartir.

(2)    Satuan pengawas internal berfungsi melakukan pengawasan dan pembinaan dalam bidang manajemen kwartir

Pasal 35

i.     Dewan kerja merupakan badan yang dibentuk oleh kwartir dan bertanggungjawab kepada ketua kwartir.

ii.    Dewan kerja terdiri atas perwakilan pramuka penegak dan pramuka pandega di wilyahnya.

iii.    Dewan kerja berfungsi sebagai wadah kaderisasi kepemimpinan dan bertugas membantu pimpinan kwartir dalam mengelola kegiatan pramuka penegak dan pramuka pandega.

 

Pasal 36

(1)    Pada setiap gugus depan dan kwartir dibentuk majelis pembimbing.

(2)    Majelis pembimbing bertugas memberikan bimbingan moral dan organisatoris serta memfasilitasi penyelenggaraan pendidikan kepramukaan.

(3)    Majelis pembimbing terdiri atas unsur:

a.    Pemerintah;

b.    pemerintah daerah;

c.    tokoh masyarakat; dan

d.    tokoh pramuka.

(4)    a.     Majelis pembimbing nasional diketuai oleh Presiden Republik Indonesia.

b.    majelis pembimbing daerah diketuai oleh gubernur.

c.    majelis pembimbing cabang diketuai oleh bupati/walikota

d.    majelis pembimbing ranting diketuai oleh camat/kepala distrik

e.    majelis pembimbing desa/kelurahan diketuai oleh kepala desa/lurah.

f.    majelis pembimbing gugus depan diketuai oleh seorang ketua yang dipilih dari dan oleh anggota.

 

Pasal 37

(1)    Kwartir cabang, daerah, dan nasional dapat membentuk organisasi pendukung.

(2)    Organisasi pendukung terdiri atas:

a.    satuan karya pramuka;

b.    gugus darma pramuka;

c.    satuan komunitas pramuka;

d.    pusat penelitian dan pengembangan;

e.    pusat informasi; dan

f.    badan usaha.

 

 

Pasal 38

(1)    Satuan karya pramuka sebagai organisasi pendukung di tingkat kwartir dipimpin secara kolektif oleh suatu pengurus yang disebut pimpinan saka.

(2)    Pimpinan saka adalah bagian integral dari kwartir.

 

Pasal 39

Gugus darma pramuka adalah wadah pengabdian bagi anggota dewasa Gerakan Pramuka untuk memajukan Gerakan Pramuka dan berbakti pada masyarakat, bangsa, dan negara.

 

Pasal 40

(1)    Satuan komunitas pramuka disingkat sako, adalah satuan organisasi penyelenggara pendidikan kepramukaan yang berbasis antara lain profesi, aspirasi, dan agama.

(2)    Sako merupakan himpunan dari gugus depan berbasis komunitas dan berbasis satuan pendidikan yang mempunyai kekhususan dalam aspirasi dan agama.

(3)    Sako di tingkat kwartir dipimpin secara kolektif oleh suatu pengurus yang disebut pimpinan sako.

(4)    Pimpinan sako adalah bagian integral dari kwartir.

 

Pasal 41

Pusat penelitian dan pengembangan Gerakan Pramuka merupakan bagian integral dari kwartir dan berfungsi sebagai wadah penelitian dan pengembangan Gerakan Pramuka.

 

Pasal 42

Pusat informasi Gerakan Pramuka merupakan bagian integral dari kwartir dan berfungsi sebagai wadah pelayanan informasi baik di dalam maupun di luar lingkungan Gerakan Pramuka.

 

Pasal 43

Badan usaha Gerakan Pramuka merupakan bagian integral dari kwartir dan berfungsi sebagai wadah pengembangan usaha dalam rangka mendukung pendanaan Gerakan Pramuka.

 

Pasal 44

(1)    Lembaga pemeriksa keuangan Gerakan Pramuka adalah lembaga independen yang dibentuk musyawarah Gerakan Pramuka dan bertanggungjawab kepada musyawarah Gerakan Pramuka.

(2)    Lembaga pemeriksa keuangan berfungsi mengawasi dan memeriksa keuangan kwartir.

 

 

 

BAB  VI

MUSYAWARAH

 

Pasal 45

(1)    Musyawarah Gerakan Pramuka adalah forum tertinggi dalam Gerakan Pramuka, di tingkat kwartir/gugus depan.

(2)    Musyawarah Gerakan Pramuka di tingkat nasional diselenggarakan 5 (lima) tahun sekali.

(3)    Musyawarah Gerakan Pramuka di tingkat daerah diselenggarakan 5 (lima) tahun sekali.

(4)    Musyawarah Gerakan Pramuka di tingkat cabang diselenggarakan 5 (lima) tahun sekali.

(5)    Musyawarah Gerakan Pramuka di tingkat ranting dan gugus depan diselenggarakan 3 (tiga) tahun sekali.

 

Pasal  46

(1)    Dalam menghadapi hal-hal yang luar biasa, kwartir Gerakan Pramuka dapat menyelenggarakan musyawarah luar biasa.

(2)    Dalam menghadapi hal-hal yang mendesak, kwartir Gerakan Pramuka dapat meminta persetujuan secara tertulis kepada kwartir di bawahnya setelah berkonsultasi dengan majelis pembimbing.

 

BAB  VII

ATRIBUT

 

Pasal  47

(1)    Gerakan Pramuka memiliki atribut berupa:

a.    lambang;

b.    bendera;

c.    panji;

d.    himne

e.    mars

f.    pakaian seragam.

(2)    Atribut Gerakan Pramuka didaftarkan hak ciptanya.

 

Pasal 48

Lambang Gerakan Pramuka adalah tunas kelapa.

 

Pasal  49

Bendera

Bendera Gerakan Pramuka berbentuk empat persegi panjang, berukuran tiga banding dua, warna dasar putih dengan lambang Gerakan Pramuka di tengah berwarna merah, di atas dan di bawah lambang Gerakan Pramuka terdapat garis merah sepanjang “panjang bendera” dan di sisi tiang terdapat garis merah sepanjang “lebar bendera”.

 

Pasal  50

Panji Gerakan Pramuka adalah Panji Gerakan Pendidikan Kepanduan Nasional Indonesia yang dianugerahkan oleh Presiden Republik Indonesia dengan Keputusan Presiden Nomor 448 Tahun 1961, tanggal 14 Agustus 1961.

 

Pasal  51

1.    Himne Gerakan Pramuka adalah lagu Satya Darma Pramuka yang diciptakan oleh Husein Mutahar.

2.    Mars Gerakan Pramuka adalah lagu Jayalah Pramuka yang diciptakan oleh Munatsir Amin.

 

Pasal  52

Anggota Gerakan Pramuka menggunakan pakaian seragam beserta tanda-tandanya.

 

 

BAB  VIII

HAK DAN KEWAJIBAN

 

Pasal 53

Setiap peserta didik berhak:

a.    mengikuti pendidikan kepramukaan;

b.    menggunakan atribut pramuka;

c.    mendapatkan sertifikat dan/atau tanda kecakapan kepramukaan; dan

d.    mendapatkan perlindungan selama mengikuti kegiatan kepramukaan.

 

 

Pasal 54

Setiap peserta didik berkewajiban:

a.    melaksanakan Kode Kehormatan Pramuka;

b.    menjunjung tinggi harkat dan martabat Pramuka; dan

c.    mematuhi semua persyaratan dan ketentuan pendidikan kepramukaan

 

Pasal  55

Orang tua peserta didik berhak mengawasi penyelenggaraan pendidikan kepramukaan dan memperoleh informasi tentang perkembangan anaknya.

 

 

 

Pasal 56

Orang tua peserta didik berkewajiban untuk:

a.    membimbing, mendukung, dan membantu anak dalam mengikuti pendidikan kepramukaan; dan

b.    membimbing, mendukung, dan membantu satuan pendidikan kepramukaan sesuai dengan kemampuan.

 

Pasal 57

Masyarakat berhak untuk berperan serta dan memberikan dukungan sumber daya dalam kegiatan pendidikan kepramukaan.

 

BAB IX

PENDAPATAN DAN KEKAYAAN

 

Pasal  58

Keuangan Gerakan Pramuka diperoleh dari:

a.    iuran anggota;

b.    bantuan majelis pembimbing;

c.    sumbangan masyarakat yang tidak mengikat;

d.    bantuan Pemerintah/pemerintah daerah melalui APBN/APBD setiap tahunnya;

e.    sumber lain yang tidak bertentangan, baik dengan peraturan perundang-undangan maupun dengan Kode Kehormatan Pramuka; dan

f.    usaha dana, badan usaha/koperasi yang dimiliki Gerakan Pramuka.

 

Pasal  59

(1)    Kekayaan Gerakan Pramuka terdiri dari barang bergerak dan tidak bergerak serta  hak milik intelektual.

(2)    Pengelolaan kekayaan/aset yang tidak bergerak yang dikerjasamakan dengan pihak ketiga harus diputuskan melalui rapat pleno kwartir dan mendapat persetujuan dari Majelis Pembimbing.

(3)    Pengalihan kekayaan/aset Gerakan Pramuka yang berupa barang tidak bergerak, harus diputuskan berdasarkan hasil rapat pleno pengurus kwartir dengan persetujuan Ketua Majelis Pembimbing dan diinformasikan dalam rapat kerja.

 

BAB X

PEMBUBARAN

 

Pasal 60

(1)    a.    Gerakan Pramuka hanya dapat dibubarkan oleh Musyawarah Nasional Gerakan Pramuka yang khusus diadakan untuk itu.

b. Musyawarah Nasional tersebut harus diusulkan oleh sekurang-kurangnya dua pertiga jumlah kwartir daerah.

c.    Musyawarah Nasional untuk membicarakan usul pembubaran Gerakan Pramuka dinyatakan sah jika dihadiri oleh utusan dari sekurang-kurangnya dua pertiga jumlah kwartir daerah.

d.    Usul  pembubaran  Gerakan Pramuka  diterima oleh Musyawarah Nasional jika disetujui dengan suara bulat.

(2)    Jika Gerakan Pramuka dibubarkan, maka cara penyelesaian kekayaan milik Gerakan Pramuka ditetapkan oleh Musyawarah Nasional yang memutuskan pembubaran itu.

 

 

BAB XI

ANGGARAN RUMAH TANGGA

 

Pasal 61

(1)    Anggaran Dasar Gerakan Pramuka ini dijabarkan lebih lanjut dalam Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka.

(2)    Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka ditetapkan oleh Musyawarah Nasional Gerakan Pramuka.

 

BAB  XII

PENUTUP

 

Pasal  62

Anggaran Dasar ini ditetapkan oleh Musyawarah Nasional Luar Biasa Gerakan Pramuka yang diselenggarakan di Jakarta pada tanggal 29 April 2012.

 

 

Jakarta,  29 April 2012

 

Tim Perumus:

Ketua             Soepari Oetomo Singoputu, SH, MH, M.Sc    ( ………………………………. )

Wakil Ketua         Anshari Kadir, SH            ( ………………………………. )

Sekretaris            Agus Ridho, SH, MH            ( ………………………………. )

Anggota            1. Dr. Suyatno, M.Pd            ( ………………………………. )

            2. Sunyoto Hadi Prayitno, M.Pd            ( ………………………………. )

            3. Ir. Handry Amanupunyo, MP            ( ………………………………. )

            4. Farida Madjid            ( ………………………………. )


First Malaysian tests positive for Wuhan coronavirus


KUALA LUMPUR: A 41-year-old man from Selangor has become the first Malaysian to be infected by the novel coronavirus (2019-nCoV).
The Malaysian had travelled to a neighbouring country for a conference with international delegates, including some from China.
Health Minister Datuk Seri Dr Dzulkefly Ahmad (pic) said the Malaysian man has a travel history to Singapore and the ministry had contacted the republic for contact tracing.
He attended the meeting from Jan 16 to 23 and returned to Malaysia on Jan 23, said Dr Dzulkefly.
On Jan 29, he sought treatment from a private hospital for cough and fever and was referred to Hospital Sungai Buloh on Feb 2, he said in a press conference to announce the update of the 2019-nCoV cases on Tuesday (Feb 4).
He was one of two new cases reported in Malaysia.
The other was a Chinese national aged 61 who arrived in Malaysia on Jan 18 and started having mild fever on Jan 23.
On Feb 2, his fever persisted and he was admitted to Hospital Kuala Lumpur to receive further treatment and a lab test the following day was positive for 2019-nCoV.
He is currently being treated in an isolation ward and is in stable condition.
With the two new cases, the total cumulative number of cases is now 10; five cases from among patients under investigation (PUI) and another five from close contact with positive cases.
Asked how big of a group the Malaysian man had been in contact with and whether there was cause for alarm since he has been moving freely for days, deputy Health director-general Datuk Dr Chong Chee Kheong said that the ministry had just received the information on Monday (Feb 4) night and would contact the family members and friends, as well as those he met during the meeting who had been in close contact with the man.
"We are investigating with our neighbouring country to find out where the infection took place," he said.
Dzulkefly said that besides the Malaysian case, the other nine are Chinese nationals.
He said the total number of coronavirus cases as at 6pm from Jan 10 to Feb 3 were 213 from among PUI - 122 Malaysians, 86 Chinese nationals, one Australian, one Korean, one Jordanian and one Brazilian and one Thai.

From the 213 cases, five were tested positive, 188 negative and 20 still waiting for laboratory test results.
The number of close contact of positive cases was 36 and out of the 36, five were confirmed positive and were in stable condition - four were admitted to Hospital Sungai Buloh, Selangor, and one in Hospital Permai, Johor.
Dzulkefly said the other 27 close contact were tested negative and four more were still waiting for test results.
Of the 107 Malaysians and their families stranded in Wuhan, China, who flew in here on Monday, 105 were ferried by buses to a surveillance centre and two with symptoms were sent to HKL.
Asked about what will be done for the rest of the Malaysians in China, Dzulkefly said it will be handled by the Foreign Ministry, which will update the Cabinet.
"We did not expect logistics issue to prevent them from reaching the airport on time," he said.
A special AirAsia flight bringing Malaysians and non-citizen family members home from Wuhan the epicentre of the 2019-nCov outbreak, landed at KLIA at 5.57am Tuesday (Feb 4).
There were 133 passengers on the flight instead of the expected 167, which departed from the Wuhan Tianhe International Airport at 1.26am.
This comprised 107 who were brought home from China besides 12 crewmembers, eight humanitarian assistance and disaster relief (HADR) mission personnel and six officers from the Malaysian embassy in Beijing.
The 107 were among the 141 Malaysians and their families who had registered with the Malaysian Embassy to be flown back to Malaysia.
They were stranded in China following the coronavirus outbreak, which led to the lockdown of Wuhan, Huanggang and Ezhou cities in the Hubei province in China.
According to the National Disaster Management Agency in a statement on Tues (Feb 4), the 34 did not make it for the flight due because they were outside Wuhan and could not get transport to Wuhan or to the airport.
AirAsia flight AK8264 departed from KLIA2 for Wuhan at 3.50pm Monday (Feb 3) and arrived at Wuhan Tienhi International Airport at 9.10pm.
He sought outpatient treatment at a private hospital and was placed under home surveillance for 14 days.

Model Pembelajaran Inspiratif Kabupaten Pandeglang (PAIIM SEHATI)


Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pandeglang bekerjasama dengan Universitas Pendidikan Indonesia menggagas model pembelajaran inspiratif dan menyenangkan dengan nama Pandeglang Inspiring Instructional Model (PAIIM). Syntax atau langkah-langkah operasional dari model pembelajaran PAIIM ini adalah SEHATI (Senangi, Hubungkan, Alami, Terapkan dan Inspirasikan). Itulah sebabnya model ini dikenal dengan nama PAIIM SEHATI. Model Pembelajaran Inspiratif Kabupaten Pandeglang (PAIIM SEHATI) merupakan model pembelajaran yang menekankan pada penanaman nilai karakter, konsep dasar ilmu pengetahuan dan keterampilan yang inspiratif dan menyenangkan serta meletakan dasar-dasar keunggulan sumber daya manusia yang inovatif dan kompetitif. Model Pembelajaran ini digagas pada masa Bpk Drs. H. Salman Sunardi.M.Pd menjabat sebagai kepala dinas pendidikan dan kebudayaan. Implementasi model ini mulai dilakukan pada masa kepemimpinan Bpk Drs. H. Taufik Hidayat, M,Si.


Dalam buku Naskah Akademik Pengembangan Model Pembelajaran Inspiratif Kabupaten Pandeglang (Pandeglang Inspiring Instructional Model / PAIIM) dinyatakan bahwa model Pembelajaran ini bertujuan untuk membantu peserta didik memahami materi pelajaran yang sedang mereka pelajari dengan menghubungkan pokok materi pelajaran dengan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari, seperti berikut ini.
1. Membuat hubungan yang bermakna (making meaningful conections), yaitu membuat hubungan antara subjek dengan pengalaman atau antara pembelajaran dengan kehidupan nyata peserta didik sehingga hasilnya akan bermakna dan makna ini akan memberi alasan untuk belajar.
2. Melakukan pekerjaan yang berarti (doing significant work), yaitu dapat melakukan pekerjaan atau tugas yang sesuai
3. Melakukan pembelajaran yang diatur sendiri (self regulated learning), yaitu: (1) siswa belajar melalui tatanan atau cara yang berbeda - beda bukan hanya satu, mereka mempunyai ketertarikan dan talenta (bakat) yang berbeda; (2) membebaskan peserta didik menggunakan gaya belajar mereka sendiri, memproses dalam cara mereka menekspolrasi ketertarikan masing- masing dan mengembangkan bakat dengan intelegensi yang beragam sesuai dengan selera mereka; (3) proses pembelajaran yang melibatkan peserta didik dalam aksi yang bebas mencakup kadang satu orang, biasanya satu kelompok. Aksi bebas ini dirancang untuk menghubungkan pengetahuan akademik deng an kontek kehidupan sehari - hari peserta didik dalam mencapai tujuan yang bermakna. Tujuan ini dapat berupa hasil yang terlihat maupun yang tidak.
4. Bekerjasama (collaborating), yaitu proses pembelajaran yang melibatkan peserta didik dalam satu kelompok.
5. Berpikir kritis dan kreatif (critical and creative thinking), yaitu pemikiran krits adalah: (1) proses yang jelas dan terorganisir yang digunakan dalam kegiatan mental, seperti penyelesaian masalah, pengembilan keputusan, membujuk, menganalisis asumsi, dan melakukan penelitian ilmiah; (2) kemampuan untuk mengevaluasi secara sistematis, sedangkan pemikiran kreatif adalah kegiatan mental yang memupuk ide- ide asli dan pemahaman - pemahaman baru.
6. Membantu individu untuk tumbuh dan berkembang (nurturing the individual), yaitu menjaga dan mempertahankan kemaujaun individu. Hal ini menyangkut pembelajaran yang dapat memotivasi, mendukung, menyamangati, dan memunculkan gairah belajar peserta didik. Pembelajar harus memberi stimuli yang baik terhadap motivasi belajar peserta didik dalam lingkungan sekolah. Pembelajar diharapkan mampu memberi pengaruh baik terhadap lingkungan belajar peserta didik. Antara pembelajar dan orang tua mempunyai peran yang sama dalam mempengaruhi kemampuan peserta didik. Pencapaian perkembangan peserta didik tergantung pada lingfkungan sekolah, juga pada kepedulian perhatian yang diterima peserta didik terhadap pembelajaran (termasuk orang tua). Hubungan ini penting dan memberi makna pada pengalaman peserta didik nantinya di dalam kelompok dan dunia kerja
7. Mencapai standar yang tinggi (reaching high standars), yaitu menyiapkan peserta didik mandiri, produktif dan cepat merespon atau mengikuti perkembangan teknologi dan zaman. Dengan demikian dibutuhkan penguasaan pengetahuan dan keterampilan sebagai wujud jaminan untuk menjadi orang yang bertanggung jawab, pengambil keputusan.
8. Menggunakan penilaian yang sesungguhnya (using authentic assessement), yaitu ditujukan pada motivasi peserta didik menjadi unggul di era teknologi, penilaian sesungguhnya ini berpusat pada tujuan, melibatkan keterampilan tangan, penerapan, dan kerjasama serta pemikiran tingkat tinggi yang berulang-ulang. Penilaian itu bertujuan agar para peserta didik dapat menunjukkan penguasaan dan keahlian yang sesungguhnya dan kedalaman berpikir dari pengertian, pemahaman, akal budi, kebijaksanaan dan kesepakatan.

Praktik penerapan model pembelajaran PAIIM meliputi; (1) peserta didik aktif belajar; (2) peserta didik belajar dari satu peserta didik ke peserta didik lain melalui kerjasama, tim kerja, dan refleksi diri; (3) pembelajaran hubungan dengan dunia nyata dan atau isu-isu simulasi dan masalah-masalah yang bermakna; (4) peserta didik bertanggung jawab untuk memantau dan mengembangkan pembelajaran mereka sendiri; (5) menghargai pendekatan konteks kehidupan peserta didik dan pengalaman-pengalaman peserta didik sebelumnya merupakan dasar dari pembelajaran; (6) peserta didik merupakan partisipasi yang aktif di dalam peningkatan masyarakat; (7) pembelajaran peserta didik dinilai dengan berbagai cara; (8) perspektif dan pendapat peserta didik memiliki nilai dan dihargai; (9) pembelajar bertindak sebagai fasilitator dalam pembelajaran peserta didik; (10) pembelajar menggunakan berbagai teknik pembelajaran yang tepat; (11) lingkungan pembelajaran dinamis dan menyenangkan; (12) menekankan pada berpikir tingkat tinggi dan pemecahan masalah; (13) peserta didik dan pembelajar disiapkan untuk bereksperimen dengan pendekatan-pendekatan kreativitas seseorang; (14) proses pembelajaran sama pentingnya dengan konteks yang dipelajari; (15) pembelajaran terjadi dalam setting dan konteks ganda; (16) pengetahuan merupakan antar disiplin dan diperluas tidak hanya sebatas di dalam kelas (pembelajaran di dalam dan di luar kelas); (17) guru menerima perannya sebagai pembelajar juga; (18) peserta didik mengidentifikasi dan memecahkan masalah dalam konteks baru.

Syntax model PAIIM ini adalah SEHATI (Senangi, Hubungkan, Alami, Terapkan dan Inspirasikan). Secara garis besar gambaran syntak Model Pembelajaran Inspiratif Kabupaten Pandeglang (PAIIM SEHATI) terlihat pada gambar di bawah ini.


 Tahap Model Pembelajaran PAIIM SEHATI






SENANGI secara operasional antara lain dapat dilakukan dengan cara: 1) Sapaan yang hangat dan bersahabat (conditioning); 2) Story Telling / Metode Bercerita; 3) Membuat Yel-Yel; 4) Permainan (Games); 5) Quiz Interaktif 6) Stand Up Commedy; dan 7) Bernyanyi Bersama.





HUBUNGKAN secara operasional antara lain dapat dilakukan dengan cara: 1) Apersepsi; 2) Korelasi; 3) Example & Non Example; 4) Ambak-Quantum; 5) Match (Pictures); 6) Tayanan Multimedia; 7) Case Study; dan 8) Quiz & Game.




ALAMI secara operasional antara lain dapat dilakukan dengan cara: 1) Demonstrasi; 2) Simulasi; 3) Experiment (Guide & True); 4) Iquiry & Descovery; 5) Field Trip; 6) Pameran( Exibition); 7) Sosio Drama; 8) Bermain Peran (Role Play); 9) Trial & Error dan 10) Praktek Langsung.



TERAPKAN secara operasional antara lain dapat dilakukan dengan cara: 1) Mengerjakan Proyek; 2) Mengidentifikasi Contoh Penerapan; 3) Resitasi dengan Learning Comunity; 4) Mengerjakan WorkSheet; 5) Membantu orang dewasa mengerjakan tugas (Apprentice); 6) Daftar Checklist 7. Membuat Peta Konsep sederhana (Mind Mapping); 8) Menggambarkan (Picturization).




INSPIRASIKAN secara operasional antara lain dapat dilakukan dengan cara: 1) Menghadirkan Sosok Model; 2) Menuliskan Inspirasi pada Rubrik; 3) Melakukan Refleksi; 4) Berbagi Pengalaman (Sharing); 5) Membuat Dream Books; 6) Tayangan Multimedia; 7) Success Story; 8) Membawa ke situasi real (Contextual); 9) Cerita Hikmah( Spiritualitas). 

Jennifer Lopez and Shakira’s Super Bowl halftime show: Five important questions from a truly riveting spectacle

Jennifer Lopez and Shakira’s Super Bowl halftime show: Five important questions from a truly riveting spectacle.


Jennifer Lopez and Shakira teamed up Sunday night to become the first two Latina singers to perform together during a Super Bowl halftime show, and it was a spectacle. Here are five very important questions you might have had from a truly riveting, wildly entertaining performance:

1) Was J-Lo making a statement about her Oscars snub with the pole dancing?

J-Lo had a career-defining performance as a stripper/con woman in “Hustlers,” and there was Oscar buzz for months . . . but then she was left off the list for best supporting actress. So, it’s somewhat reasonable to think that J-Lo might have been making a reference to the movie when she started her set on a pole, kicking things off with “Jenny From the Block,” before launching into other smashes including “Waiting for Tonight” and “Love Don’t Cost a Thing.” Later, she climbed back on the pole for a few more incredibly athletic moves in a silver cutout bodysuit that no doubt sent many viewers scrambling to their phones to ask, “Seriously, how old is J-Lo?!?” (She’s 50, by the way.)

2) Was that J-Lo’s daughter?

Yes, it was! Readers of the tabloids might know that J-Lo has 11-year-old twins with her ex-husband Marc Anthony, and it was young Emme who took the stage for “Let’s Get Loud” with a children’s choir.

3) So, what will the reaction be to the U.S.A. and Puerto Rico flag moment?

It’s hard to get more polarizing than when musicians make political statements at the Super Bowl — and this one wasn’t subtle: As the choir sang “Born in the U.S.A.,” J-Lo whipped open her U.S.A. flag cape to reveal that the inside was the Puerto Rican flag. As a reminder, before the game, J-Lo said “Two Latinas doing this in this country at this time is just very empowering to us,” while Shakira (who kicked off her portion of the show with “Hola Miami!”) stated, “It’s very important for us to convey a message of unity and also to show what a relevant force the Latin community is in this country.”

4) What was with the rope?

In case you didn’t know, Shakira is famous for her rope dancing during “Whenever, Wherever” on tour. And she demonstrated some incredible dance moves on her own as she ticked off hits including “She Wolf” and “Hips Don’t Lie."

5) Was that an Ali G tribute??

Guest stars during the show included J Balvin, who sang “Mi Gente” with J-Lo, and Bad Bunny, who joined Shakira for “I Like It” in an all-silver ensemble that reminded some people of a certain Sacha Baron Cohen character. While we’re guessing that it was a coincidence, social media still had a great deal of fun with the comparison.


Tom Brady reveals message behind Super Bowl tweet: 'I'm not going anywhere'

Tom Brady sent the football world in a frenzy with his tweet that depicted him either entering or leaving the stadium, leaving fans unsure if it signaled the end of his tenure with the New England Patriots. Turns out, the tweet was much ado about nothing.

The tweet Brady sent out last week actually was an ad for Hulu that aired at the end of the first quarter of Super Bowl LIV. Here were Brady's words during the commercial.

"All good things must come to an end. The best just know when to walk away. So to my teammates, my family, and most of all my fans ... you deserve to hear this from me.

"Hulu just doesn't have live sports. According to the script they just gave me, Hulu has your favorite cable channels plus your favorite shows, movies, and originals of all time. It's time to say goodbye to TV as you know it.

"Me? I'm not going anywhere."

All the hype regarding Brady's future was an ad for Hulu. The NFL still doesn't know what Brady will do prior to hitting free agency come March

The mystery continues.

Tom Brady has revealed the message behind the Super Bowl tweet: 'I'm not going anywhere'. May be useful..

Najib, Rosmah in neighbouring courtrooms for separate trials



KUALA LUMPUR: For the first time, Malaysia is seeing former prime minister Datuk Seri Najib Razak and his wife Datin Seri Rosmah Mansor simultaneously standing trial at the High Courts here, with each facing criminal charges of their own.
Monday (Feb 3) is the first day of hearing for Rosmah, 69, who is accused of three counts of graft amounting to hundreds of millions of ringgit involving a solar hybrid project in Sarawak.
She allegedly solicited for herself a RM187.5mil bribe from Jepak Holdings Sdn Bhd managing director Saidi Abang Samsudin, through her former aide Datuk Rizal Mansor.
The money was a reward for helping Jepak Holdings obtain a project, through direct negotiations with the Education Ministry, for installing solar hybrid systems and the maintenance and operation of diesel generators for 369 rural schools in Sarawak.
The project, known as “Project Bersepadu Sistem Solar Photovoltaic (PV) Hibrid”, was valued at RM1.25bil, and RM187.5mil is 15% of that amount.
For the second charge, she was accused of receiving RM1.5mil from Saidi as a reward for assisting Jepak Holdings obtain the same project.
Rosmah was charged again for allegedly receiving a bribe of RM5mil from Saidi through Rizal, for the same purpose.
Two witnesses are expected to take the stand before High Court judge Justice Mohamed Zaini Mazlan for Rosmah's hearing, which will commence at 2pm.
She was initially set to stand trial together with Rizal, who was accused of abetting her.
However, in a surprising turn of events, Rizal was acquitted after the prosecution withdrew all four charges against him on Jan 8.
Meanwhile, Najib's SRC International Sdn Bhd trial resumes. He is still on the stand for his defence.
The 67-year-old Pekan MP is facing seven charges – three for criminal breach of trust, one for abuse of power and three for money laundering involving SRC International funds totalling RM42mil.

Refrensi: https://www.thestar.com.my/news/nation/2020/02/03/najib-rosmah-in-neighbouring-courtrooms-for-separate-trials

Kisah Seorang Ibu Penjual gudeg di pojokan pasar Beringharjo Jogja




Namanya mbah Pon.
Penjual gudeg di pojokan pasar Beringharjo Jogja.
Mempunyai 5 anak.

Yang 2 kuliah di UGM, 2 lagi di ITB dan 1 di UI. Mereka sekolah sampai jenjang kuliah tanpa beasiswa.
Siang itu mbah Pon duduk di depan para peserta seminar yang antusias ingin belajar kesuksesan dari mbah Pon.

Banyak pertanyaan dilemparkan, tapi tidak ada jawaban dari mbah Pon yang bisa memuaskan peserta.

Misalkan, ketika ada pertanyaan, kiat mendidik anak, jawabannya hanya, Ya biasa saja, kalo nakal ya dinasehati.

Pertanyaan soal pembayaran kuliah anak-anaknya dijawab mbah Pon, Pas waktunya bayar sekolah, ya dibayar.

Peserta seminar sudah tidak tahu lagi harus bertanya apa, karena tidak ada jawaban yang spesial dari mbah Pon.

Hingga seorang peserta bertanya, Mbah Pon, apa mbah tidak pernah punya masalah?

Dengan wajah bingung mbah Pon balik bertanya, Masalah itu apa to? Masalah itu yang seperti apa?
Peserta itu mencontohkan, Itu loh mbah, misalkan pas sudah waktunya bayar sekolah, nggak ada uangnya.

Dengan tersenyum mbah Pon menjawab, Oh itu toh, ya gampang saja, kalo pas tidak ada uang, saya minta ke Gusti Allah, lha ternyata besoknya ada yang mau mborong gudeg saya.
Jawaban mbah Pon menampar para peserta seminar yang notabene adalah orang-orang pintar dan terpelajar.
Mbah Pon tidak tahu apa itu masalah, sehingga tidak pernah menganggap hidupnya ada masalah.
Bagaimana mungkin masalah datang dalam kehidupannya, bila hanya Allah yang hanya dijadikan sandaran??
#Bersyukur
#BersandarPadaAllah
#TiadaYangMustahilBagiDia
#UpgradeYourLife


Sumber : https://web.facebook.com/story.php?story_fbid=1588799867927309&id=100003919330088

Advertise