7 Jenis Konten Youtube Yang Tidak Bisa Dimonetisasi (Update Youtube 2024)

Inyong bar
By -
0
Sebelum teman-teman membangun channel YouTube atau Facebook Fanspage, alangkah baiknya kamu fikir dulu kira-kira jenis konten apa yang bakal kamu bikin, Karena tidak semua jenis konten itu bisa kita monetisasi. Biar hasil kerja keras kamu itu tidak akan sia-sia.

berikut ini saya akan coba spill beberapa jenis konten yang tidak akan bisa dimonetisasi dan informasi kali ini. saya dapatin dari beberapa sumber ada dari YouTube langsung ada dari website dan juga dari pengalaman teman-teman yang lainnya.

Berikut Konten Youtube Yang Tidak Bisa Dimonetisasi

Konten youtube yang tidak bisa dimonetisasi
Gambar dari Pixabay.com

1. Konten Re-Upload

konten yang pertama yaitu adalah konten reupload, Nah kalau ini sudah jelas lah ya konten dirupload itu biasanya susah banget untuk kita monetisasi, konten dirupload itu maksudnya kayak gimana sih? Jadi konten reupload itu maksudnya adalah misalkan kita ngambil video dari channel lain habis itu kita upload ulang ke channel kita atau bisa juga kita ngambil video dari channel lain, habis itu videonya kita potong-potong lalu kita gabungin menjadi video baru. Nah ini bisa dibilang masih masuk kategori conten reupload juga.

Dan biasanya untuk konten reupload itu bakal dapat tuguran, sebagai konten yang digunakan ulang, konten reupload ini sebenarnya masih bisa aman juga, selagi pemilik channel itu tidak ngeklaim videonya.

Jadi kalau misalkan ada orang lain yang reupload video kita itu biasanya informasinya bakal tampil di halaman cover yang ada di YouTube studio.

Konten reupload bisa aman juga kalau misalkan formatnya kamu Ubah menjadi video reaction, jadi video reaction itu biasanya bakal tetap aman juga walaupun tidak 100% menjamin.

2. Konten Hasil Ai

Konten hasil bikinan ai saya rasa teman-teman mungkin sudah pada tahu, sekarang ini kan Ai udah canggih banget dan Ai ini juga sudah sangat ngebantu kita banget dalam hal bikin konten, jadi kalau misalkan konten kamu itu 100% dibikin pakai Ai, misalkan untuk naskahnya kamu bikin pakai Ai, terus untuk isi kontennya misalkan gambarnya dibikin pakai ai juga terus ditambah pengisi suaranya itu kamu bikin pakai ai juga, kalau kayak gini kan bisa dibilang 100% hasil bikinan Ai dan biasanya untuk konten seperti ini itu bakal susah banget untuk kita monetisasi dan biasanya itu dapat teguran konten berulang.

Agar konten Teman-teman itu bakal aman kalau misalkan untuk isi videonya itu kamu bikin sendiri, kamu rekam sendiri untuk isi videonya, dan kamu tidak punya peralatan buat pengisi suaranya Jadi rekaman suaranya itu bisa kamu bikin pakai Ai. ini biasanya bakal aman juga atau bisa juga untuk isi videonya itu kamu bikin pakai Ai tapi untuk rekaman suaranya itu kamu rekap sendiri, jadi kalau ini kan 100% tidak bikinan Ai.

Biasanya kalau seperti itu juga bakal tetap aman ya teman-teman. Jadi pada intinya kalau misalkan kebanyakan isi videonya itu kamu bikin pakai Ai, itu biasanya bakal susah banget untuk kita monetisasi.

3. Konten Lagu Atau Musik

Konten kumpulan lagu atau musik ini sudah jelas banget ya bakal susah banget untuk dimonetisasi dan pasti bakal dapat teguran cover teman-teman, Jangankan kita bikin kumpulan lagu, kadang-kadang kita pakai musik orang lain aja beberapa detik itu biasanya bakal dapat teguran gitu.

Apalagi misalkan kita Ambil lagu-lagu orang lain terus kita masukin semuanya dalam satu video, itu sudah jelas banget bakal dapat teguran coverack atau teguran kena klaim hak cipta kecuali kalau misalkan kamu Mungkin niatnya memang untuk mempermudah orang lain bisa dengarin lagu, itu menurut saya sih ya it's ok lah.

Tapi kalau misalkan niat utama kamu itu bisa dapatin keuntungan dari konten seperti ini ya menurut saya sih lebih baik pikir-pikir lagi gitu, karna bakalan susah untuk di monetisasi dan juga perjuangan kamu bakal sia-sia.

4. Konten Rekam Layar / Game

Rekaman game maksudnya gimana sih? Jadi maksudnya itu adalah misalkan teman-teman bikin channel gaming, biasanya isi videonya pasti ya saat kita main game, misalkan hasil rekaman game kamu entah itu rekaman game dari HP atau mungkin rekaman game dari PC, itu kamu upload mentah-mentah ke YouTube, itu biasanya itu gak akan bisa untuk kita monetisasi dan biasanya itu dapat teguran konten berulang.

Jadi konten gaming itu bakal aman kalau misalkan kita tambahkan elemen yang lain nya misalkan kita kasih face cam atau wajah kita, ataupum mungkin kita tambahkan suara kita yang reaction di dalam video tersebut. bisa juga kita tambahkan seperti kayak overlay dan mungkin juga kita kasih efek-efek lain pada video tersebut itu bakal aman.

Tapi kalau misalkan murni hasil rekaman game terus kita upload ke Youtube itu biasanya bakal susah banget untuk kita monetisasi dan ini sudah terbukti dari pengalaman teman-teman yang lainnya sebagai youtuber gaming.

5. Konten Video Looping

Konten video Looping adalah video yang diulang-ulang misalkan seperti konten suara hujan, suara petir, atau konten suara angin, ini biasanya bakal susah banget untuk kita monetisasi di peraturan youtube yang sekarang ini.

Tapi ada sebagian dari pengalaman teman-teman youtuber yang lainnya itu kalau misalkan konten seperti ini biar aman itu formatnya kita Ubah menjadi format live live streaming, Jadi bukan di-upload langsung ke Youtube.

Saya rasa ini ada benarnya juga karena Kemarin saya lihat juga dari channel yang biasanya saya sering tonton itu untuk sekarang formatnya sudah diubah menjadi format live streaming Jadi bukan di upload langsung ke YouTube.

Ataupun teman-teman bisa juga konten seperti ini bakal aman kalau misalkan channel kita Sebelumnya sudah pernah dimonetisasi tapi kalau misalkan kita ngebangun channel youtube nya dari nol, terus kita membuat kontennya seperti video looping itu Biasanya sih bakal susah banget teman-teman untuk memonetisasinya.

6. Konten Reaction Minim Komentar

Konten video reaction yang minim komentar ini maksudnya seperti Saya biasanya sering banget ketemu video di YouTube terutama video shorts ada video reaction dan untuk formatnya itu biasanya ada face cam ya atau wajah si pemilik channel itu muncul di pojokan bawah kecil banget, dan untuk videonya juga dia tidak bebicara sama sekali, jadi cuman seperti mainin ekspresi wajah saja.

Nah jadi kalau untuk konten seperti itu bisa dibilang adalah konten yang minim komentar, jadi memang tidak ada komentar apapun, konten seperti itu biasanya bakal susah juga untuk kita monetisasi dan dapat tuguran konten berulang ya teman-teman.

Kalau misalkan teman-teman pengen membuat video reaction jadi Bikinlah video reaction seperti pada umumnya ya, buat lah di dalam video tersebut ada video yang kita reaction, ditambah di situ juga ada face cam kita tampil dan di situ kita reaction ataupun kita kasih komentar dari isi videonya Jadi bukan cuman seperti ngasih ekspresi wajah doang ya.

7. Konten Slideshow

Konten yang terakhir yaitu adalah konten foto slide, Saya rasa teman-temab semua pasti sudah tahu konten foto slide itu seperti apa. Jadi intinya adalah hasil slide gambar atau tampilan foto-foto doang dan biasanya ini bakal susah banget teman-teman untuk kita monetisasi dan biasanya itu dapat teguran oleh youtube sebagai konten berulang.

Konten foto Slideshow sebenarnya masih aman juga kalau misalkan channel kamu Sebelumnya sudah pernah di monetisasi, tapi kalau misalkan kamu bangun channel youtube nya dari nol, terus untuk kontennya foto slide seperti pembahasan ini biasanya bakal susah banget nanti pada saat pendaftaran monetisasinya teman-teman.

Kesimpulan Artikel

Nah itulah beberapa jenis konten yang tidak akan bisa kita monetisasi atau pengajuan monetisasinya di youtube. Jadi konten-konten seperti tadi kenapa tidak bisa dimonetisasi? kalau dari informasi yang saya baca sebenarnya dari pihak YouTube itu tidak pernah mempermasalahkan kita upload konten apapun bahkan YouTube sendiri kan dulu pernah punya tland broadcast yourself, jadi yang mempermasalahkan itu justru dari para pengiklan atau orang-orang yang menaruh iklannya di video YouTube.

Ibarat kata mereka sudah bayar jutaan atau mungkin puluhan juta buat pasang iklan di YouTube tapi iklan mereka justru tampil di konten yang mereka Anggap tidak sesuai dengan yang apa mereka harapkan jadi para pengiklan itu merasa dirugikan.

Bahkan YouTube Sendiri Dulu pernah diboikot oleh para pengiklan gara-gara permasalahan konten seperti itu. nah jadi kalau misalkan teman-teman memang pengen serius buat ngembangin channel YouTube, Saran saya lebih baik kamu pikir-pikir lagi, kira-kira konten apa yang bakal kamu bikin untuk kedepannya.
Tags:

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)