Beginilah Kerusakan Paru-paru Bocah Korban Covid-19 di Medan, Dokter Ramadhani: Jangan jadi OJK - BOOKC -->

Beginilah Kerusakan Paru-paru Bocah Korban Covid-19 di Medan, Dokter Ramadhani: Jangan jadi OJK

Saturday, April 18, 2020



Seorang dokter di Medan kesal melihat warga yang cuek dan tetap melalak (keluar rumah) di saat virus corona (Covid-19) mengganas.

Apalagi saat ini sudah kecamatan di Medan dinyatakan zona Kuning atau Merah Covid-19.

Untuk menyadarkan warga dokter spesialis paru, Moh Ramadhani Soeroso SpP K-Onk mengunggah ganasnya virus corona (Covid-19) yang merenggut nyawa bocah di Medan.

Dokter Ramadhani mengunggah foto kerusakan paru-paru anak pasien Covid-19 yang meninggal dunia di RS Rujukan Covid-19 di Medan.

Hanya dalam 24 jam paru-paru si korban rusak parah hingga menghembuskan nafas terakhir; 

Berikut postingan lengkap di akun facebooknya:

Seorang anak dgn diagnosa Covid 19 PDP Berat, di RS.Covid Medan, Rapid Test (+) dimana perbandingan kedua foto paru kurang dari 24 jam infeksi semakin meluas telah terjadi PNEUMONIA BILATERAL, inilah ciri khas kalau paru kena virus, sesak napas berat di intubasi terpasang ventilator, masuk IGD jam 11.30wib meninggal dunia jam 18.30wib di ICU, masih juga keluyuran keluar rumah, di Medan sdh byk OTG, ODP, PDP, tapi lebih banyak lagi OJK (Orang Jogal Kali) di Medan bebal kali disuruh "stay at home" malah keluar"...

#capekdehliatorangMedan 
#sopleaselahtolonglah khusus buat orang Medan jangan keluar rumah, jaga jarak, pake masker, rajin cuci tangan, jaga keluarga dan jaga anak kalian... :)

Dr Moh Ramadhani Soeroso, Sp.P, K-Onk 





Sebelumnya postingan yang hampir mirip diunggah netizen Dody Wibisono.

Dalam unggahannya, Dody Wibisono mengutip pernyataan dokter Ramadhani.

Berikut unggahan lengkap Dody Wibisono:

Anak perempuan 7 thn, Covid 19 PDP Berat,di RS.Covid di Medan, foto toraks cuma beda 1 Hari, langsung pneumonia bilateral, inilah ciri khas kl paru kena virus, sesak napas berat terpasang ventilator, masuk IGD jam 11.30wib meninggal dunia jam 18.30wib di NICU, masih juga keluyuran keluar rumah, di Medan sdh byk OTG, ODP, PDP, tapi Lebih banyak lagi OJK (Orang Jogal Kali) Di Medan bebal Kali disuruh "stay at home" malah keluar"...

#capekdehliatorangMedan 
#masih terbayang muka anak tsb seumur hidupku, sedih bgt nangis terasa, anaknya cantik, please lah tolonglah khusus buat orang Medan Jangan keluar rumah, jaga jarak, pake masker, rajin cuci tangan, jaga anak kalian.


Sebelumnya tri bun-medan.com melansir bayi berusia 2 tahun 6 bulan meninggal dunia di ruang isolasi RSUP Adam Malik pada meninggal dunia pada Minggu (12/4/2020) pukul 03.00 WIB dini hari.

Bayi berstatus PDP Covid-19 ini masuk dan dirawat di ruang isolasi RSUP Adam Malik pada Sabtu (11/4/2020) pukul 16.00 WIB. 

Apakah bayi ini yang dimaksud dokter Ramadhani?

Saat dikontak lewat inbox massenger, dokter Ramadhani hanya mengatakan: Pokoknya usianya di bawah 10 tahun.

Dokter Ramadhani menyampaikan sembilan imbauan khusus bagi warga terkait dengan postingan yang telah diunggahnya.

"Pertama, tetap di rumah kalau terpaksa keluar rumah pakai masker," tulisnya.

"Kedua, hindari keramaian, usahakan berada di ruangan yang ventilasi terbuka.

Ketiga, Jaga jarak terhadap sesama orang, karena kita tidak tau apakah orang tersebut OTG, karena saat ini sudah ada pasien OTG yg hasil swab positive covid-19," terangnya.

"Keempat, hindari berjabat tangan.

Kelima, rajinlah cuci tangan, walaupun enggak ada hand sanitizer, cuci tangan dengan sabun sudah cukup," lanjutnya.

Dia juga menuturkan agar warga mengonsumsi vitamin E dan C.

"Keenam, konsumsi vitamin E, vitamin C, cukup 1 kapsul setiap hari, kemudian madu 2 sendok tiap pagi, kapsul jintan Hitam atau habbatausaudah 2 kapsul setiap hari.

Ketujuh, istirahat 7-8 jam sehari," lanjutnya.

"Kedelapan, berjemur di pagi hari antara jam 07.30-09.30 wib jangan di atas jam 09.30 karena sinar UV 8.5 dpt menyebabkan kerusakan kulit," terangnya.

"Kesembilan, khusus nakes yaitu petugas kesehatan, setiap pulang kerja Baik dari rumah sakit, puskesmas, klinik dan praktek, wajib mandi bersihkan diri, jangan pegang apapun kalau nyampe rumah, langsung mandi dan rendam pakaian pakai deterjen, setelah itu baru sapa keluarga," terangnya.

Dua warga berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Covid-19 meninggal di rumah sakit di kota Medan.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Pemprov Sumut, dr. Aris Yudhariansyah menyebutkan pasien tersebut merupakan warga Medan Johor.

"Iya ada seorang perempuan, seorang ibu rumah tangga umur 40-an tahun. Daerahnya di Medan Johor," tutur Aris

Ia menyebutkan bahwa pasien tersebut meninggal berstatus PDP di RS Colombia Asia Medan pada Jumat (17/4/2020).

"Dirawat di Colombia Asia, meninggalnya tadi malam, Statusnya PDP. Jadi masih menunggu hasil swab dari Jakarta. Dia sudah ada dua minggu dirawat," tutur Aris.

Aris menyebutkan ibu tersebut memiliki riwayat perjalanan ke Jakarta.

"Pasien punya riwayat dari Jakarta, dia punya penyakit pneumonia, dan meninggal karena PDP itu," tambahnya.

Lebih lanjut, pasien berstatus PDP lainnya yang meninggal di RS Elisabeth Medan.

"Ada di RS Elisabeth hari ini seorang laki-laki warga Binjai umur 69 tahun, statusnya PDP," ungkap Aris.

Untuk pasien tersebut, Aris menyebutkan bahwa hasil rapid test di awal positif namun saat dirawat keluar hasil negatif.

"Sudah diswab tapi belum keluar hasilnya, rapid testnya positif dan negatif. Artinya waktu masuk dia positif setelah dirawat negatif," tuturnya.

Terakhir, Aris menyebutkan bahwa kedua pasien tersebut telah dimakamkan di TPU khusus Covid-19 di Simalingkar B, Medan Tuntungan.

"Keduanya sudah dimakamkan dengan standart penguburan jenazah Covid-19," pungkasnya.

Hingga Sabtu (18/4/2020), jumlah pasien positif corona (Covid-19) di Indonesia bertambah 325 kasus hingga menjadi 6.248 kasus.

Sementara itu, terdapat 15 pasien postif corona yang meninggal dunia.

Kini total kasus kematian akibat Covid-19 berjumlah 535 pasien.

Kabar baiknya, terdapat 24 pasien yang dinyatakan sembuh, sehingga total pasien sembuh bertambah menjadi 631 orang.

Adapun peningkatan jumlah Orang Dalam Pengawasan (ODP) sebanyak 2.612.

Sehingga, kini total ODP berjumlah 176.344 orang.

Sementara itu, jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) bertambah 369 orang sehingga total terdapat 12.979 PDP.

Hingga saat ini, 34 provinsi di Indonesia terdampak Covid-19.