Mengapa Negara Tidak Mencetak Uang Sebanyak Mungkin untuk Menuntaskan Kemiskinan - BOOKC -->

Mengapa Negara Tidak Mencetak Uang Sebanyak Mungkin untuk Menuntaskan Kemiskinan

Tuesday, December 24, 2019



Mengapa Negara Tidak Mencetak Uang Sebanyak Mungkin untuk Menuntaskan Kemiskinan – Apakah pernah kalian berpikir mengapa negara tidak mencetak uang sebanyak mungkin untuk menuntaskan kemiskinan?

Menurut Badan Pusat Statistik Penduduk Miskin (BPSPM) di Indonesia pada bulan Septermber Tahun 2016 yang mencapai 27,76 juta orang atau 10,70% dari jumlah total penduduk. Walaupun begitu jumlah total masyarakat miskin mengalami penurunan bila dibandingkan bulan Maret tahun 2016 yang mencapai 28,01 juta orang atau 10,86% dari jumlah total penduduk.

Mencetak uang banyak bukanlah solusi yang tepat untuk menurunkan angka kemiskinan bahkan bisa berpotensi mengakibatkan masalah yang baru.

Ada 2 sistem yang digunakan untuk mencetak uang yaitu :
  1. Pseudo Goldialah sistem pencetakan uang yang di dukung oleh ketersediaan cadangan emas atau perak.
  2. Uang Fiatialah sistem pencetakan uang yang di dukung dengan apapun, pemerintah dapat mencetak uang sebanyak mungkin.


Walau demikian ketersediaan barang dan jumlah uang haruslah sebanding, karena bila tidak hal ini akan mempengaruhi harga barang.

Misalnya beberapa bulan lalu masyarakat resah dengan harga kentang yang naik. Mengapa hal ini bisa terjadi? Karena saat itu keadaan keadaan musim yang tidak mendukung petani kentang, sehingga ketersediaan kentang dipasaran semakin minim sehingga harga pun melambung tinggi.

Bila jumlah barang yang di pasarkan lebih banyak dari pada jumlah uang maka harga barang akan  menurun.


Begitupun sebaliknya, bila jumlah barang yang beredar lebih sedikit dari pada jumlah uang maka harga barang akan melambung. Oleh sebab itu jumlah barang yang beredar harus seimbang dengan jumlah uang yang beredar agar tetap harga stabil.


Pada Masa Pemerintahan Presiden Soeharto Indonesia Pernah Mencetak uang Banyak

Pada pemerintahan Presiden Soeharto Indonesia pernah mencetak uang banyak sehingga Indonesia pada saat itu mengalami inflasi, ketika pemerintah belum mampu memaksimalkan pemungutan pajak pada masyarakat sehingga mengambil keputusan untuk mencetak uang banyak demi keperluan pemerintah.


Tidak hanya Indonesia yang pernah mengalami itu, ada beberapa negara yang lebih parah lagi yang terjadi dinegaranya, adalah negara Zimbabwe yang terjadi pada tahun 2008, saat itu mata uang Zimbabwe tidak ada harganya. 


Hal ini terjadi karena Bank Central dinegara tersebut terus menerus mencetak uang dalam jumlah yang banyak sehingga jumlah uang yang beredar lebih banyak dari pada jumlah barang yang tersedia. Bahkan USD 1 saja sama dengan 35.000 triliun mata uang Zimbabwe, masyarakatnya pun untuk membeli telur harus menggunakan roda untuk membawa uang sebanyak 100 miliar yang hanya cukup untuk membeli 3 butir telur, bukan cuma  itu harga barang pun ikut naik dua kali lipat setiap 24 jam.


Pada intinya, mencetak uang dalam jumlah banyak bukanlah solusi terbaik untuk menuntaskan kemiskinan, sebab hal tersebut akan menyebabkan nilai mata uang akan menjadi rendah dan tentunya harga barang-barang otomatis melonjak naik.


Sekian yang dapat admin sampaikan, semoga menambah pengetahuan kita semua.